ESTETIKA PEMBELAHAN, PENGKEMBARAN DARI EPIDEMI SEJARAH

(Usaha melihat estetika sastra Abad 21)

Oleh Afrizal Malna

 “Harum tubuhnya mengikuti kemana-mana, seperti kenangan … Tuanmu kali ini: kanangan.” (Linda Christanty)

 Abad 21 merupakan ruang global yang bisa kita gambar melalui perspektif kita sendiri: sebuah tempat tidur di dasar laut, sekumpulan babi yang bergerak seperti awan di langit, sebuah siklus organisme dari monyet sampai bintang-bintang. Sebuah abad dengan kemungkinan melihat sejarah sebagai fiksi dari konteks dan referen yang membentuknya. Sejarah merupakan realitas terbelah, tidak tunggal. Pada setiap belahannya kita seperti menemukan ruang tersembunyi untuk melihat diri kita sendiri apa adanya. Dan menolak arus penularan sejarah dari gelombang-gelombang fiksionalitas yang pernah dibentuknya, dan pada gilirannya menghisap realitas masa kini kita ke dalam model-model penularan yang dimilikinya. Sikap diskontinyuitas terhadap arus penularan fiksionalitas sejarah, merupakan visi agar masa kini mendapatkan durasinya untuk membentuk realitasnya sendiri. Keluar dari berbagai streotip bentukkan sejarah yang membuat epidemi waktu. Bahwa setiap bayi yang lahir, tetaplah seorang bayi yang belum bisa hidup sebagai manusia, belum sebagai manusia yang sadar dengan identitas kebangsaan atau keagamaan yang kelak menjadi stempel dirinya.

estetika sastra-afrizal malna

Kata Dari Pikiran

Posted: 14 Maret 2012 in Opini, Seminar
Tag:, ,

Kata Dari Pikiran: Sebuah Versi Puisi Kontemporer Indonesia

Esei Kuratorial Untuk Forum Penyair Internasional Indonesia

 Oleh : Afrizal Malna

Kurasi ini merupakan laporan dari kecenderungan puisi kontemporer Indonesia. Kehadirannya masih membutuhkan pewacanaan lebih lanjut. Karena itu saya menyebutnya sebagai sebuah versi dalam puisi kontemporer Indonesia melalui kurasi ini. Puisi-puisi Indonesia yang sudah menjadi kanon, saling mereproduksi dirinya (seperti telur ayam yang kembali menetaskan telur yang sama), tidak menjadi perhatian utama kurasi ini. Kanon yang tampaknya kian tertinggal dibandingkan perkembangan jamannya sendiri. Baca entri selengkapnya »